Visitor Mw Blog

Google Website Translator

Kamis, 17 November 2011

Teori Akuntansi Positif

Definisi Teori Akuntansi Positif

Teori positif adalah sebuah teori yang berusaha untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena tertentu. Menurut Watt (1995), penggunaan istilah riset positif dipopulerkan dalam ekonomi oleh Friedman (1953) dan digunakan untuk membedakan riset yang berusaha menjelaskan dan memprediksi, dari riset yang berusaha memberikan preskripsi. Teori Akuntansi Positif, topik yang dibahas dalam bab ini dan teori yang dipopulerkan oleh Watt dan Zimmerman, adalah salah satu dari beberapa teori positif akuntansi.

Teori positif bisa dibandingkan dengan teori normative. Teori normative menjelaskan bagaimana praktek tertentu harus dilakukan dan preskripsi ini mungkin menjadi sebuah titik awal signifikan dari praktek yang ada. Sebuah teori normative dibangkitkan sebagai hasil dari teori tertentu yang mengaplikasikan beberapa norma, standard, atau sasaran dimana praktek aktual berusaha mencapainya.

PAT berfokus pada hubungan diantara berbagai individu yang terlibat dalam memberikan resource pada sebuah organisasi dan bagaimana akuntansi digunakan untuk membantu dalam fungsi hubungan-hubungan ini. Contohnya adalah hubungan diantara pemilik dan manajer, atau diantara manajer dan penyedia hutang perusahaan. Banyak hubungan melibatkan delegasi pembuatan keputusan dari satu pihak (principal) ke pihak yang lain (agen) – ini disebut sebagai sebuah hubungan agensi. Ketika otoritas pembuatan keputusan didelegasikan, ini bisa membawa pada hilangnya efisiensi dan biaya konsekwensi. Misalkan, jika pemilik (principal) mendelegasikan otoritas pembuatan keputusan pada manajer (agen) ini adalah mungkin bahwa manajer mungkin tidak bekerja sebagaimana pemilik, dengan manajer mungkin tidak share secara langsung dalam hasil dari organisasi ini. Segala rugi profit potensial yang dibawa oleh manajer yang bekerja kurang maksimal dianggap sebagai biaya yang berasal dari delegasi pembuatan keputusan dalam hubungan agensi ini – sebuah biaya agensi. Biaya agensi yang muncul sebagai hasil delegasi otoritas pembuatan keputusan dari pemilik ke manajer yang dirujuk dalam PAT sebagai biaya ekuitas agensi.

Untuk mengatasi persoalan agensi yang muncul dalam sebuah organisasi, mungkin ada berbagai biaya bonding dan monitoring yang terjadi. Jika inidiasumsikan berlawanan dengan asumsi PAT, individu selalu bekerja untuk kepentingan pekerja mereka, kemudian tidak akan ada demand untuk aktivitas ini – yang lain mungkin mereview efisiensi dimana manajer mengoperasikan bisnis ini. Sebagaimana diasumsikan PAT bahwa tidak semua tindakan oportunistik agen bisa dikontrol oleh susunan kontraktual atau jika tidak, akan ada selalu biaya residual yang berhubungan dengan pengangkatan seorang agen.

Asal dan Perkembangan Teori Akuntansi Positif

Riset positif dalam akuntansi mulai menonjol sekitar pertengahan tahun 1960an dan nampak menjadi paradigma riset dominan pada tahun1970an dan 1980an. Sebelum masa ini, jenis riset akuntansi dominan adalah riset akuntansi normative – riset yang berusaha memberikan preskripsi berdasarkan perspektif theorist mengenai sasaran akuntansi yang mendasari. Peneliti normative dengan profil tinggi masa ini meliputi Steerling, Edward dan Bell, dan Chamber dan fokus banyak pada riset pada masa ini adalah bagaimana menjalankan akuntansi dalam masa harga naik. Riset normative ini tidak bergantung pada pengujian praktek yang ada – yakni, ini tidak cenderung empiris.

Satu perkembangan dari tahun 1960an yang penting untuk perkembangan PAT adalah karya theorist seperti Fama, khususnya karya yang berhubungan dengan perkembangan Eficient Market Hypothesis (EMH). EMH didasarkan pada asumsi bahwa pasar modal bereaksi secara efisien dan tidak bias terhadap informasi yang tersedia secara publik. Perspektif yang diambil adalah bahwa harga sekuritas mencerminkan kandungan informasi dari informasi yang tersedia secara publik dan informasi ini tidak terbatas pada disklosur akuntansi. Pasar modal dianggap sangat kompetitif, dan sebagai hasil, informasi yang baru dirilis secara publik diperkirakan terkurung kedalam harga saham.

Jika hasil akuntansi dirilis oleh sebuah organisasi, dan hasil-hasil ini sudah diperkirakan oleh pasar, maka ekspektasinya adalah bahwa harga sekuritas tidak akan bereaksi terhadap rilis hasil akuntansi ini. Sesuai dengan teori pembiayaan tradisional, harga sebuah sekuritas ditentukan dengan dasar keyakinan present value dari aliran kas masa datang yang berkaitan dengan sekuritas ini dan ketika keyakinan ini merubah ekspektasi adalah bahwa harga sekuritas juga akan berubah.

Karena harga saham diperkirakan mencerminkan informasi dari berbagai sumber, ada sebuah pandangan bahwa manajemen tidak bisa memanipulasi harga saham dengan merubah metode akuntansi dalam cara yang oportunistik. Jika perubahan dalam metode akuntansi tidak menujukkan perubahan dalam aliran kas, kemudian para pendukung awal EMH mengatakan bahwa pasar modal tidak akan bereaksi. Lebih lanjut, karena ada banyak sumber data yang digunakan oleh pasar modal, jika manajermembuat disklosur yang kurang jujur, kemudian, mengasumsikan bahwa pasar efisien, pasar akan mempertanyakan integritas manajer. Selanjutnya, pasar cenderung memberikan lebih sedikit perhatian pada disklosur akuntansi selanjutnya yang dibuat oleh manajer ini.

Pada tahun1 970an dan tahun-tahun selanjutnya, banyak studi-studi yang lain dipublikasikan yang mendokumentasikan hubungan diantara earning akuntansi dan return sekuritas. Namun, ketika mendukung EMH, literatur ini tidak bisa menjelaskan mengapa metode akuntansi tertentu mungkin dipilih sebagai yang pertama. Yakni, riset tidak memberikan hipotesis untuk memprediksi dan menjelaskan pilihan akuntansi bukan riset yang ada dengan mempertimbangkan reaksi pasar terhadap disklosur akhir.

Sebuah kunci untuk menjelaskan pilihan manajer pada metode akuntansi tertentu berasal dari Teori Agensi. Teori agensi memberikan penjelasan yang dibutuhkan mengapa seleksi metode akuntansi tertentu menjadi persoalan, dan ini adalah satu segi penting dalam pengembangan PAT. Teori agensi fokus pada hubungan diantara principal dan agen, sebuah hubungan, yang karena berbagai asimetri informasi, menciptakan banyak ketidakpastian. Teori agensi menerima bahwa biaya transaksi dan biaya informasi itu ada.

Ini diasumsikan dalam Teori Agensi, bahwa principal akan mengasumsikan bahwa agen (seperti prinsipal) akan digerakkan oleh kepentingan pribadi, dan sehingga principal akan memperkirakan bahwa manajer, kecuali dibatasi dari melakukan yang sebaliknya, akan melakukan aktivitas yang menguntungkan diri sendiri yang bisa merusak kesejahteraan ekonomi dari principal. Dengan tidak adanya mekanisme kontraktual untuk membatasi perilaku oportunistik potensial, principal akan membayar agen gaji yang lebih rendah sebagai antisipasi tindakan oportunistik. Gaji yang lebih rendah akan mengkompensasi pemilik untuk tindakan buruk yang dilakukan oleh manajer (ini disebut sebagai proteksi harga). Sehinga, perspektifnya adalah bahwa agen yang, rata-rata, membayar ekspektasi principal dari perilaku oportunistik mereka. Agen kemudian diasumsikan memiliki insentif untuk masuk susunan kontraktual yang nampak bisa mengurangi kemampuan mereka untuk menjalankan tindakan yang merusak kepentingan principal.

Dalam literatur Teori Agensi, perusahaan sendiri dianggap sebagai nexsus kontrak dan kontrak ini digunakan dengan tujuan memastikan bahwa semua pihak, bertindak dalam kepentingan pribadi mereka, yang pada saat yang sama memiliki motivasi untuk memaksimalkan nilai organisasi.

Teori agensi tidak mengasumsikan bahwa individu akan bertindak selain untuk kepentingan pribadi, dan kunci untuk sebuah organisasi yang berfungsi dengan baik adalah menggunakan mekanisme yang memastikan bahwa tindakan-tindakan yang memberikan benefit individual juga memberikan benefit pada organisasi.

Terpisah dari efek mengenai berbagai susunan kontraktual, literatur tahun 1970an juga mengajukan bahwa berbagai pasar, seperti pasar untuk kontrol korporat dan pasar untuk manajer, memberikan insentif bagi manajer untuk bekerja untuk kepentingan pemilik. Pandangan bahwa agen memiliki insentif untuk memberikan informasi untuk menunjukkan mereka bekerja untuk kepentingan principal. Pandangan bahwa pasar efisien, digunakan sebagai dasar untuk argument melawan regulasi akuntansi. Agen dianggap memiliki insentif untuk memberikan informasi yang paling baik dalam mencerminkan kinerja entitas yang mendasari. Kegagalan untuk melakukannya akan memiliki implikasi negatif untuk reputasi mereka dan sehingga akan berpengaruh negatif pada jumlah total pendapatan yang bisa mereka terima dari dalam organisasi atau tempat lain.

Pada pertengahan sampai akhir tahun 1970an, teori dikembangkan yang mengajukan bahwa pasar adalah efisien dan susunan kontraktual digunakan sebagai dasar untuk mengontrol usaha-usaha agen yang berkepentingan pribadi. Riset ini memberikan dasar yang dibutuhkan untuk pengembangan PAT. PAT menekankan peran akuntansi dalam mengurangi biaya agensi dari sebuah organisasi. Ini juga ditekankan bahwa kontrak tertulis efisien, dengan banyak yang terikat pada output sistem akuntansi, adalah sebuah komponen penting dari sebuah struktur governance korporat.



0 komentar:

Poskan Komentar