Visitor Mw Blog

Google Website Translator

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Tugas Auditing I. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Auditing I. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2011

Auditing I


TUGAS RANGKUMAN AUDIT I


BAB II

A. INDEPENDENSI

Independensi merupakan dasar dari srtuktur filosofi profesi. Pendapat seorang akuntan publik betapapun kompetennya akuntan publik tersebut dalam melaksanakan audit atau jasa atestasi lainyya akan menjadi kurang bernilai jika akuntan publik tersebut tidak independen. Akuntan publik dituntut harus bertindak independen dalam segala hal artinya para anggotanya harus bertindak dengan integritas dan objektivitas. Untuk mengujinya para anggota dilarang mempunyai kepentingan keuangan atau hubungan usaha dengan klien. Contoh seorang akuntan publik tidak boleh menjadi bagian dari manajemen atau melayani dewan direksi.

Independensi dan objektivitas merupakan satu dari enam prinsip yang harus ditaati oleh sorang akuntan publik yang profesional, adapun prinsip –prinsip tersebut adalah :

1. Tanggung Jawab

2. Kepentingan publik

3. Integritas

4. Objektivitas dan Independensi

5. Kecermatan atau Keseksamaan

6. Lingkup dan Sifat Jasa

Dalam prinsip objektivitas dan Independensi dijelaskan bahwa seorang akuntan publik harus mempertahanlan objektivitas dan bebas dari pertentangan kepentingan dalam melakukan tanggung jawav profesional. Seorang akuntan publik yang berpraktik harus bersikap independen dalam kenyataan dan penampilan pada waktu melaksanakan audit atau jasa atestasi lainnya.

Selain menjadi prinsip, independensi juga diatur secara lebij lanjut dalam peraturan perilaku (Rules of Conduct) yang wajib ditaati oleh seorang akuntan publik.

Dalam kode Perilaku Profesional AICPA seksi/peraturan 101 dijelaskan “Seorang CPA yang berpraktik publik harus bersikap independen dalam melaksanakan jasa profesional sebagaimana diisyaratkan oleh standar resmi yang diumumkan oleh badan badan yang ditunjuk oleh dewan”.

Terdapat beberapa tema dalam interpretasi independensi, yang meliputi pengaruh dari :

1. Kepentingan keuangan

a. KAP tidak boleh mempunyai kepentingan keuangan langsung dengan klien.

b. Seorang CPA tidak diperkenankan memiliki hubungan kerjasama atau memegang investasi bisnis dengan perusahaan klien, komisaris, direktur, atau pemegang saham utama perusahaan tersebut yang bersifat material bagi CPA ataupun aktiva bersih perusahaan.

c. Seorang CPA tidak diperkenankan memiliki pinjaman kepada atau dari perusahaan klien, komisaris, direktur, atau pemegang saham utama dalam perusahaan tersebut, kecuali memang diperbolehkan sesuai dengan interpretasi 101-5.

2. Hubungan bisnis

a. Seorang CPA tidak diperkenankan memberikan layanan dalam kapasitas sebagai anggota manejemen atau sebagai pegawai klien.

3. Arti ungkapan CPA atau Kantor Akuntan Publik (KAP)

Adanya anggota keluarga CPA yang bekerja pada perusahaan klien selama periode waktu yang berkaitan dengan hubungan bisnis hanya akan melemahkan independensi dalam keadaan berikut ini:

1. Posisi peka audit (audit-sensitive position) : posisi kasir, auditor internal, kepala akuntansi, atau kepala gudang.

2. Pengaruh signifikan : posisi direktur, chief executive, atau pejabat keuangan atau akuntansi

4. Jasa lainnya yang meliputi jasa akuntansi, jasa audit yang diperluas, dan jasa konsultasi manajemen

5. Litigasi

6. Imbalan yang belum dibayar oleh Klien

B. INTERNAL CONTROL YANG BERBASIS COSO

Pada tahun 1992 Commintee of Sponsoring Organizations (COSO) dari Treadway Commission menerbitkan suatu laporan yang berjudul Internal Control-Integrated Framework. Di dalam COSO terdapat wakil-wakil dari AICPA, American Accounting Association, Institute of Internal Auditors, Institute of Management Accountants, dan Financial Executives Institute.

Menurut COSO, dua tujuan utama dari usaha tersebut adalah untuk:

v Menetapkan suatu definisi yang umum tentang pengendalian intern yang memenuhi kebutuhan dari berbagai pihak yang berbeda.

v Menyediakan suatu standar dimana bisnis dan entitas lain dapat mengukur sistem pengendalian mereka dan menentukan bagaimana meningkatkan sistem pengendalian tersebut.

Laporan COSO mendefinisikan pengendalian intern sebagai berikut:

“Pengendalian intern (intern control) adalah suatu proses yang dilaksanakn oleh dewan direksi, manajemen, dan personel lainnya dalam suatu entitas, yang dirancang untuk menyediakan keyakinan yang memadai berkenaan dengan pencapaian tujuan dalam kategori berikut:

v Keandalan pelaporan keuangan

v Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku

v Efektivitas dan efisien operasi”.

Untuk menyediakan suatu struktur dalam mempertimbangkan banyak kemungkinan pengendalian yang berhubungan dengan tujuan entitas, laporan COSO (dan AU 319.07) mengidentifikasi lima komponen pengendalian intern (components of internal control) yang saling berhubungan, yaitu:

1. Lingkungan pengendalian (control environtment) menetapkan suasana suatu organisasi yang mempengaruhi kesadaran akan pengendalian dari orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan fondasi dari semua komponen pengendalian intern lainnya, yang menyediakan disiplin dan struktur.

2. Penilaian risiko (risk assessment) merupakan pengidentifikasian dan analisis entitas mengenai risiko yang relevan terhadap pencapaian tujuan entitas, yang membentuk suatu dasar mengenai bagaimana risiko harus dikelola.

3. Aktivitas pengendalian (control activities) merupakan kebijakan dan prosedur yang membantu meyakinkan bahwa perintah manajemen telah dilaksanakan.

4. Informasi dan Komunikasi merupakan pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan kerangka waktu yang membuat orang mampu melaksanakan tanggung jawab.

5. Pemantauan (monitoring) merupakan suatu proses yang menilai kualitas kinerja pengendalian intern pada suatu waktu

C. PERIKATAN AUDIT

Langkah-langkah dalam Penerimaan suatu Perikatan Audit :

1. Mengevaluasi Integritas Manajemen

Penting bagi auditor untuk menerima perikatan audit hanya apabila terdapat keyakinan yang memadai bahwa manejemen klien dapat dipercaya, karena untuk apabila manajemen kurang memiliki integritas, maka besar kemungkinan terjadi kekeliruan yang material dan ketidak beresan dalam proses akuntansi sehingga menghasilkan pendapat wajar dengan pengecualian.

Untuk klien baru auditor dapat memperoleh informasi integritas manejemn dari auditor terdahulu dan mengajukan pertanyaan pada pihak ketiga lainnya.

a. Berkomunikasi dengan Auditor Terdahulu

b. Mengajukan pertanyaan kepada pihak ketiga lainnya

c. Me-review pengalaman masa lalu dengan klien yang telah ada

2. Mengidentifikasi Kondisi Khusus dan Risiko yang tidak biasa

Mengidentifikasi pemakai laporan keuangan yang telah diaudit, membuat penilaian awal tentang stabilitas keuangan dan hukum calon klien, mengidentifikasi batasan lingkup audit, dan mengevaluasi kemampuan untuk mengaudit entitas.

3. Menilai kompetensi untuk melaksanakan audit

Standar umum pertama dari GAAS menyatakan:

“Audit dilaksanakan oleh sesorang atau orang-orang yang meiliki pelatihan teknis dan kecakapan yang memadai sebagai seorang auditor”.

Oleh karena itu sebelum menerima suatu perikatan audit auditor harus menentukan apakah mereka memiliki kompetensi profesional untuk menyelesaikan perikatan sesuai dengan GAAS. Umumnya hal ini termasuk mengidentifikasi anggota kunci dari tim audit serta mempertimbangkan kebutuhan untuk mencari bantuan dari konsultan dan spesialis selama pelaksanaan audit.

4. Mengevaluasi Independensi

Standar umum kedua dari GAAS menyatakan :

“Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental perlu dipertahankan oleh para auditor”.

5. Keputusan untuk menerima atau menolak perikatan.

Kantor akuntan publik mengelola risiko bisnis sendiri, kondisi yang dapat menyebabkan KAP menarik diri dari suatu audit termasuk:

a. Kekhawatiran mengenai integritas manajemen atau penahan bukti yang tampak selama audit

b. Klien menolak untuk membenarkan salah saji material dalam laporan keuangan

c. Klien tidak mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memperbaiki kecurangan atau tindakan melawan hukum yang ditemukan selama audit.

6. Membuat surat perikatan

Bentuk dan isi dari surat perikatan dapat bervariasi untuk berbagai klien yang berbeda, tetapi secara umum surat perikatan harus mencakup hal-hal berikut:

a. Identifikasi yang jelas mengenai entitas dan laporan keuangan yang akan diaudit.

b. Tujuan audit

c. Referensi terhadap standar-standar profesional (GAAS) yang akan menjadi acuan auditor (dan jika dapat diterapkan, refernsi terhadap peraturan pemerintah, seperti ketika melksanakan audit yang diminta oleh pemerintah tertentu)

d. Suatu penjelasan mengenai sifat dan lingkup audit serta tanggung jawab auditor.

e. Suatu pernyataan bahwa suatu audit yang telah dirancang dan dilaksanakan dengan tepat mungkin tidak akan dapat mendeteksi semua ketidak beresan yang material

f. Sebagai pengingat kepada manajemen bahwa ia bertanggungjawab untuk menyusun laporan keuangan dan menyelenggarakan struktur pengendalian intern yang memadai.

g. Suatu indikasi bahwa manajemen akan diminta untuk menyediakan beberapa representasi tertulis tertentu kepada auditor.

h. Suatu deskripsi dari jasa yang akan diberikan oleh auditor seperti mempersiapkan atau me-review surat pemberitahuan pajak

i. Dasar dimana biaya akan dihitung dan pengaturan pembayaran

j. Suatu permintaan bagi klien untuk mentaati syarat-syarat perikatan dengan menandatangani dan mengembalikan salinan surat perikatan kepada auditor.

D. MENGAPA AUDIT DIPERLUKAN?

Laporan audit yang dikeluarkan oleh auditor akan menghasilkan laporan keuangan yang telah memenuhi dua kualifikasi utama laporan keuangan yaitu relevansi dan reliabilitas (SFAC no.2) sehingga dapat dijelaskan secara lebih lanjut bahwa perlunya dilakukan audit independen atas laporan keuangan dapat dilihat pada empat kondisi berikut:

a. Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest)

Muncul kekhawatiran bahwa laporan keuangan menjadi bias untuk kepentingan manajemen, oleh karena itu para pengguna mencari keyakinan dari auditor independen luar bahwa informasi tersebut telah :

1. Bebas dari bias untuk kepentingan manajemen

2. Netral untuk kepentingan berbagai kelompok pengguna (dengan perkataan lain, informasi tidak disajikan sedemikian rupa sehingga menguntungkan salah satu kelompok pengguna di atas kelompok lainnya).

b. Konsekuensi (Consequence)

Laporan keuangan dapat menjadi sumber informasi yang digunakan untuk membuat keputusan investasi yang signifikan, peminjaman, serta keputusan lainnya, , keputusan yang dibuat akan membawa konsekuensi ekonomi, sosial, dan konsekuensi lain yang signifikan. Oleh karena itu para pengguna laporan akan menggunakan jasa auditor independen untuk memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan GAAP, termasuk semua pengungkapan yang memadai.

c. Kompleksitas (Complexity)

Masalah akuntansi dan proses penyusunan laporan keuangan telah menjadi sangat kompleks, dengan meningkatnya kompleksitas , maka risiko salah interpretasi dan risiko timbulnya kesalahan yang tidak disengaja juga ikut meningkat. Karena para pengguna merasa semakin sulit, atau bahkan mustahil untuk mengevaluasi sendiri mutu laporan keuangan, maka mereka mengandalkan auditor independen untuk menilai mutu informasi yang dimuat dalam laporan keuangan.

d. Keterpencilan (Remoteness)

Para pengguan laporan keuangan menganggap tidak praktis untuk mencari akses langsung pada catatan akuntansi utama guna melaksanakan sendiri verifikasi atas asersi laporan keuangan karena adanya faktor jarak, waktu, dan biaya. Daripada mempercayai mutu data keuangan begitu saja, sekali lagi para pengguna lebih mengandalkan laporan auditor independen untuk memnuhi kebutuhannya.

Empat kondisi diatas secara bersama-sama membentuk adanya risiko informasi (information risk) yaitu risiko bahwa laporan keuangan mungkin tidak benar, tidak lengkap, atau bias. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa audit laporan keuangan dapat meningkatkan kredibilitas laporan keuangan dengan cara menekan risiko informasi.

Auditing I

TUGAS MERANGKUM AUDIT I


BAB 1

KONSEP DASAR DALAM AUDITING DAN LINGKUNGAN KERJA PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Definisi AUDITING

“Report of the committee on Basic Auditing Concepts of the American Accounting Association” (Accounting Review, vol.47) memberikan definisi auditing sebagai berikut :

“Suatu proses sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan”.

Jenis-jenis AUDITING

1. Audit Laporan keuangan

Audit laporan keuangan berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan mengevaluasi bukti tentang laporan-laporan entitas dengan maksud agar dapat memberikan pendapat apakah laporan-laporan tersebut telah disajikan secara wajar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP).

2. Audit kepatuhan

Audit kepatuhan berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan memeriksa bukti-bukti untuk menetapkan apakah kegiatan keuangan atau operasi suatu entitas telah sesuai dengan persyaratan, ketentuan, atau peraturan tertentu. Kriteria yang ditetapkan dalam audit jenis ini dapat berasal dari berbagai sumber. Sebagai contoh, manajemen dapat mengeluarkan kebijakan atau ketentuan yang berkenaan dengan kondisi kerja, partisipasi dalam program pensiun, serta pertentangan kepentingan. Audit kepatuhan juga harus didasarkan pada kriteria yang ditetapkan kreditor. Sebagai contoh, perjanjian obligasi dapat mensyaratkan unutk menjaga suatu rasio lancar tertentu.

3. Audit operasional

Audit operasional berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti tentang efisiensi dan efektivitas kegiatan operasi entitas dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan tertentu. Dalam suatu perusahaan bisnis, lingkup audit ini dapat meliputi seluruh kegiatan dari (1) suatu departemen, cabang, atau divisi, atau (2) suatu fungsi yang mungkin merupakan fungsi lintas unit usaha, seperti pemasaran atau pengolahan data.

Jenis-jenis AUDITOR

1. Auditor independen

Auditor independen di Amerika Serikat biasanya adalah CPA yang bertindak sebagai praktisi perorangan ataupun anggota kantor akuntan publik yang memberikan jasa auditing profesional kepada klien. Pada umumnya lisensi diberikan kepada mereka yang telah lulus dalam ujian persamaan CPA serta memiliki pengalaman praktik dalam bidang auditing.

Klien para auditor independen tersebut dapat berasal dari perusahaan bisnis yang berorientasi laba, organisasi nirlaba, kantor pemerintah, atau perorangan.

2. Auditor Internal

Adalah pegawai dari organisasi yang diaudit. Auditor jenis ini melibatkan diri dalam suatu kegiatan penilaian independen, yang dinamakan audit internal, dalam lingkungan organisasi sebagai suatu bentuk jasa bagi organisasi. Tujuan audit internal adalah untuk membantu manajemen organisasi dalam memberikan pertanggungjawaban yang efektif.

Lingkup fungsi audit internal meliputi semua tahap dalam kegiatan organisasi. Para auditor internal terutama melibatkan diri pada audit kepatuhan dan operasional. Akan tetapi, sebagaimana akan dijelaskan kemudian, pekerjaan auditor internal ini juga dapat melengkapi pekerjaan auditor independen dalam melakukan audit laporan keuangan.

3. Auditor Pemerintah

Auditor pemerintah (government auditor’s) dipekerjakan oleh kantor pemerintahan di tingkat federal, negara bagian, dan lokal di A.S. Pada tingkat federal, terdapat 3 kantor utama, yaitu the general accounting office (GAO), Internal Revenue Service (IRS), dan Defence Contract Audit Agency (DCAA).

ASSURANCE SERVICES

“Assurance Services adalah jasa profesional independen yang mampu meningkatkan mutu informasi, atau konteksnya, untuk kepentingan para pengambil keputusan.”

Salah satu aspek kunci assurance services adalah konsep independensi. Para pengguna jasa sangat mengandalkan independensi CPA serta dapat menarik manfaat yang bernilai dari kenyataan bahwa CPA bersifat tidak memihak dan objektif.

Assurance services dapat meningkatkan mutu informasi atau konteksnya. Special committee on assurance services dari AICPA mengatakan bahwa “mutu” meliputi konsep-konsep kegunaan keputusan. Assurance services meningkatkan mutu informasi dengan cara meningkatkan keandalan atau relevansinya. Komite khusus tersebut memberikan definisi keandalan dan relevansi sebagai berikut :

- Keandalan meliputi penyajian yang jujur, netralitas, dan konsistensi antarperiode.

- Relevansi meliputi dapat dipahami, dapat diperbandingkan dengan entitas lain, dapat digunakan, dan kelengkapan.

Assurance services berbeda dengan jasa audit dalam satu hal kunci tertentu. Jasa audit terutama berfokus pada informasi yang terdapat dalam laporan keuangan. Assurance services bukan hanya berkaitan dengan laporan keuangan, namun juga berkaitan dengan lingkup luas informasi yang digunakan oleh para pengambil keputusan.

Beberapa contoh assurance services adalah sebagai berikut :

- Jasa penilaian resiko.

- Jasa penilaian kinerja.

- Assurance perawatan lansia.

Organisasi yang berkaitan dengan profesi akuntan publik di AMERIKA SERIKAT

ORGANISASI SEKTOR SWASTA

Penjelasan tentang sifat dan kegiatan pokok dari setiap organisasi sektor swasta dikelompokkan sebagai berikut :

1. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)

Adalah organisasi profesi nasional untuk profesi akuntan publik di Amerika Serikat.

AICPA memberikan lingkup layanan yang luas kepada para anggotanya. Misalnya melalui komite-komite teknis senior, para anggota dapat berpartisipasi untuk menetapkan standar-standar yang akan digunakan sebagai pedoman kinerja jasa profesional, termasuk standar yang berkaitan dengan pengendalian mutu, review mutu, dan etika perilaku. Selain itu, AICPA juga mengembangkan serta menyelenggarakan materi dan kursus pendidikan profesional berkelanjutan (continuing professional education/CPE), menyediakan jasa bantuan akuntansi serta auditing melalui hotline informasi teknis dan perpustakaan yang sarat dengan referensi teknis, selain itu juga menerbitkan terbitan berkala yang bernama Journal of accountancy, the tax advisor, dan the CPA letter.

2. State Societies of Certified Public Accountants (Masyarakat CPA Negara Bagian)

Para CPA yang ada dalam setiap negara bagian telah mendirikan perkumpulan masyarakat atau asosiasi para CPA pada setiap negara bagian. Masyarakat CPA negara bagian menjalankan fungsinya melalui sejumlah kecil staf yang bekerja penuh waktu serta melalui berbagai komite yang terdiri dari para anggota sendiri. Masyarakat negara bagian ini memiliki kode etik profesional sendiri yang sejalan dengan kode etik perilaku profesional AICPA (AICPA Code of Professional Conduct). Meskipun organisasi ini bersifat otonom, biasanya masyarakat CPA negara bagian menjalin kerjasama dengan masyarakat CPA negara bagian lainnya dan juga dengan AICPA dalam bidang kepentingan yang saling menguntungkan, misalnya kepentingan pendidikan berkelanjutan dan etika.

3. Unit-Unit Kerja (Kantor CPA)

Seorang CPA dapat berpraktik sendiri atau menjadi anggota sebuah kantor akuntan publik (KAP). Sebuah KAP dapat berbentuk perusahaan perorangan, firma, perseroan terbatas, perusahaan profesional, atau bentuk organisasi lainnya yang diizinkan oleh hukum negara bagian atau peraturan. Beberapa kantor CPA lokal melayani juga perusahaan publik, namun klien utama mereka adalah usaha-usaha kecil dan perorangan. Kegiatan audit yang dilakukan beberapa kantor CPA lokal yang paling kecil cenderung menurun, karena tingginya biaya untuk mempertahankan kompetensi serta meningkatnya pengungkapan kewajiban hukum.

4. Badan-Badan Yang Menetapkan Standar Akuntansi

Financial Accounting Standards Board (FASB = Dewan Standar Akuntansi Keuangan) serta Governmental Accounting Standards Board (GASB = Dewan standar akuntansi pemerintahan) adalah badan-badan independen yang menetapkan standar sektor swasta. Fungsi utamanya adalah mengembangkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) bagi setiap entitas bisnis dan nirlaba, entitas pemerintahan negara bagian dan lokal.

ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

Beberapa organisasi sektor publik, baik yang berada pada tingkat negara bagian maupun federal, secara langsung akan mempengaruhi profesi akuntan publik. Sifat dan kegiatan organisasi ini akan dijelaskan sebagai berikut :

1. STATE BOARDS OF ACCOUNTANCY (BADAN AKUNTANSI NEGARA BAGIAN)

Setiap badan mengurus perundangan akuntansi negara bagian, yang menjelaskan syarat perizinan CPA, kode etik profesional, dan dalam banyak hal juga persyaratan pendidikan profesional berkelanjutan. Badan-badan negara bagian ini secara positif juga menjadi lebih aktif dalam mendorong program-program untuk mempertahankan praktik audit yang bermutu tinggi. Fungsi utama badan-badan ini adalah menerbitkan izin untuk berpraktik sebagai seorang CPA, memperbaharui izin, menangguhkan, atau membatalkan izin praktik.

2. SECURITIES AND EXCHANGE COMMISSION (OTORITAS PASAR MODAL DI AMERIKA SERIKAT)

Adalah suatu badan pemerintah federal yang didirikan pada tahun 1934 sesuai dengan undang-undang securities exchange act untuk mengatur peredaran saham yang ditawarkan untuk dijual kepada publik dan selanjutnya mengatur perdagangan surat-surat berharga melalui bursa efek tidak resmi (over the counter markets). Menurut undang-undang ini, SEC memiliki wewenang untuk menetapkan GAAP bagi perusahaan-perusahaan yang berada di bawah yurisdiksinya.

3. U.S. GENERAL ACCOUNTING OFFICE (KANTOR AKUNTANSI UMUM A.S.)

Adalah suatu badan nonpartisan yang bertindak sebagai badan audit federal bagi kongres A.S. Badan ini diketuai oleh comptroller general of the united states, dan memiliki wewenang untuk menerbitkan standar berkenaan dengan organisasi, program, kegiatan, dan fungsi audit pemerintahan.

4. INTERNAL REVENUE SERVICES (Kantor Pajak A.S.)

Merupakan salah satu divisi dari U.S. Treasury Department (Departemen Keuangan A.S.) yang bertanggung jawab untuk mengelola dan menegakkan perundangan pajak federal.

5. Pengadilan Negara Bagian dan Federal

6. Kongres A.S.

-SELESAI-